“Makhluk Allah yang bernama : Kuman”

Tiga pekan yang lalu, sekujur badanku terasa linu, bahkan ketika digerakkan saja rasa nya sakit sekali. Malam pun beranjak, datang lah si demam melanda hingga tak bisa tidur aku dibuat nya. keesokan pagi ketika bangun kurasakan sakit di jari telunjuk ku bahkan ketika jari telunjuk beradu dengan jari tengah pun rasa nya sakit sekali, ternyata ada satu benjolan keciiiil sekali, yang ku duga benjolan kecil itu lah yang menyebabkan disepanjang jari telunjuk ku sakit hingga tak bisa bergerak!

Seharian ku mendampingi guru-guru untuk membuat materi belajar di rumah untuk anak-anak membuatku lelah, sehingga puncak nya sore setelah pulang sekolah aku benar-benar tidak sanggup lagi bahkan untuk berdiri pun seluruh badan linu, maka ku putuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, hari itu juga, sore itu juga. Disepanjang perjalanan aku terus beristigfar kepadaa Allah, barangkali ini adalah teguran-Nya kepada ku sehingga ia menurunkan sakit ini .

Alhamdulillah, kutemukan dokter wanita yang bisa memeriksa ku, setelah menunggu beberapa saat, karena jam sudah menunjukan pukul 18.00 sore dan adzan magrib berkumandang di mesjid dekat klinik berada. Seperempat jam kemudian datang lah beliau, Dokter Nura nama nya, dengan telaten ia mengobservasi dan memeriksa keadaanku, kuceritakan bahwa setelah hampir 2 pekan aku demam disertai linu seluruh badan dan terdapat benjolan-benjolan kecil di beberapa bagian tubuh ku yang jika ditekan dan dikeluarkan cairan nya, maka benjolan tersebut bertambah lagi yang membuat badanku semakin linu, sakit dibuat nya.

Sekitar 20 menit Dr. Nura mengobservasi ku, menanyaiku apakah di keluarga ku ada yang mempunyai riwayat penyakit diabetes ? Jujur, ketika mendengar itu rasa nya kaget sekaligus takut, karena Ibu dan Nenek ku mempunyai penyakit diabetes dan kemungkinan itu akan menurun kepadaku. Lalu Dr. Nura menyarankan ku untuk Medical Check-Up ke salah satu Klinik Laboratorium untuk memastikan diagnosa atas sakitku ini. Jika memang benar hasil diagnosa Dr. Nura maka beliau memberikan ku surat rujukan untuk memeriksa kan lebih lanjut ke Dr. Spesialis Kulit di Rumah Sakit Umum. Yaa Allaah.. tak terbayang bagaimana nanti jika benar harus dirujuk ke RSU ditengah situasi Covid-19 yang mana dikota tempat tinggalku ini sedang berada di zona merah! Karena panik, aku membayangkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu, takut di rapid, takut di swab, takut berdekatan dengan petugas medis, rumah sakit, takut terpapar. ya.. aku takut terpapar covid-19. Yaa Allaah.. aku takut..

Hingga akhir nya aku menyelesaikan Medical Check-Up di Lab. Kimia Farma, lalu kembali lagi ke Dr. Nura untuk menyerahkan hasil Lab tersebut, dan hasil nya ….. NORMAl … alhamdulillah semua nya dalam keadaan NORMAL . Setelah Check urine, darah dan yang lain nya. Alhamdulillah yaa Allaah.. tugasku sekarang menjaga nikmat kesehatan yang telah engkau berikan kepada ku, agar jangan lalai menjaga raga yang telah engkau berikan kepadaku untuk dijaga dan jangan sampai abai sehingga badan ini terdzolimi dengan tidak memberikan hak nya.

Lalu, apakah penyebab sebenar nya dari sakit kemarin? Demam, linu, muncul nya benjolan-benjolan kecil yang berisi nanah ? ternyata penyebab nya adalah ALERGI. Alergi yang disebabkan karena beberapa pekan sebelum nya aku mengkonsumsi daging kambing, padahal hanya SEDIKIT saja daging kambing yang aku makan. tapi, qadarullah .. perubahan reaksi tubuhku terhadap kuman-kuman yang dibawa dari daging kambing yang ternyata cara pengolahan nya kurang bersih dan higienis menyebabkan ku menjadi seperti ini.

Makhluk Allah yang bernama KUMAN itu membuat ku seolah diingatkan bahwa hanya dengan memberikan sakit yang tidak seberapa itu, penyakit yang diturukan oleh-Nya melalui perantara si kuman makhluk Allah yang kecil dan tak kasat mata sehingga menyebabkanku alergi, lalu panik, takut dan mengeluh, padahal bisa jadi Allah menurunkan penyakit ini sebagai tanda sayang-Nya kepadaku karena ingin memberikan ku pahala sabar dan ikhlas ketika mendapatkan musibah sekecil apapun, apalagi hanya alergi seperti ini.

Yaa Allah, maafkan aku yang selalu mengeluh dan belum mampu sabar serta ikhlas ketika mendapati keadaan yang tidak menyenangkan seperti ini, seharusnya aku tidak mengeluh, lebih sabar dan menerima dengan ikhlas setiap cobaan yang engkau berikan kepadaku, pun ketika penyakit alergi ini menyerang. Mampukan aku untuk dapat ikhlas, sabar dan menerima setiap segala sesuatu yang engkau takdirkan kepada ku, Yaa Allaah..

Melalui penyakit Alergi yang engkau takdirkan kepadaku, aku tersadar bahwa selama ini aku kurang bersyukur terhadap setiap nikmat sehat yang engkau berikan. Ini merupakan pengingat bagiku bahwa dalam keadaan apapun aku harus tetap bersyukur kepadaMu, wahai Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ketika disekolah,

8 September 2020/3.34 PM

Diterbitkan oleh @Mput

This MyNotes. Introvert. I write Better than i speak. suka masak, suka baca buku, suka gowes, suka ngemil, suka tidur :D مَنْ جَدّ وَ جَدًّ , من صبر ظفر, من سار على الدرب وصل

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: